Xanda.id – Portal berita terkini yang menyajikan informasi lokal, nasional, dan isu strategis dari Indonesia secara cepat, akurat, dan terpercaya setiap hari.

Hubungi Kami

Pariwisata

Lisensi dan Sertifikasi untuk Travel Agent di Indonesia

IDEBIZ – Mengenal Lisensi dan Sertifikasi untuk Travel Agent di Indonesia. Industri pariwisata di Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk bepergian dan menjelajahi tempat-tempat baru. Dalam memfasilitasi kebutuhan perjalanan tersebut, peran agen perjalanan atau travel agent menjadi sangat penting. Namun, tidak semua travel agent di Indonesia memiliki lisensi dan sertifikasi yang diperlukan untuk menjalankan bisnis mereka. Mengenal Lisensi dan Sertifikasi untuk Travel Agent di Indonesia Lisensi dan sertifikasi merupakan tanda pengakuan resmi yang menunjukkan bahwa sebuah travel agent telah memenuhi standar dan persyaratan tertentu dalam menjalankan bisnis perjalanan. Di Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) adalah dua lembaga yang terkait dengan lisensi dan sertifikasi travel agent. Lisensi yang diberikan oleh BSN, seperti SNI ISO 9001, merupakan bukti bahwa travel agent tersebut telah memenuhi standar manajemen mutu yang diakui secara internasional. Hal ini menjamin bahwa travel agent tersebut mampu memberikan layanan yang profesional dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan baik. Sementara itu, sertifikasi dari ASITA menunjukkan bahwa travel agent tersebut telah memenuhi persyaratan sebagai anggota asosiasi. ASITA memberikan sertifikasi melalui proses evaluasi yang melibatkan penilaian terhadap kepatuhan terhadap peraturan dan etika bisnis yang berlaku. Mengapa lisensi dan sertifikasi ini penting? Pertama, sebagai pelanggan, Anda dapat merasa lebih percaya dan aman dalam menggunakan jasa travel agent yang memiliki lisensi dan sertifikasi. Anda memiliki jaminan bahwa travel agent tersebut telah diakui oleh lembaga-lembaga terkait dan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Kedua, lisensi dan sertifikasi ini juga memberikan perlindungan hukum bagi pelanggan. Jika terjadi masalah atau ketidakpuasan terhadap layanan travel agent, Anda dapat melaporkannya kepada lembaga terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam memilih travel agent, pastikan untuk memeriksa apakah mereka memiliki lisensi dan sertifikasi yang sah. Periksa juga apakah mereka merupakan anggota dari ASITA. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan terjamin. Dalam kesimpulan, lisensi dan sertifikasi merupakan tanda pengakuan resmi yang menunjukkan bahwa sebuah travel agent telah memenuhi standar dan persyaratan tertentu. Di Indonesia, BSN dan ASITA adalah dua lembaga terkait yang memberikan lisensi dan sertifikasi kepada travel agent. Memilih travel agent yang memiliki lisensi dan sertifikasi dapat memberikan kepercayaan, keamanan, dan perlindungan hukum bagi pelanggan. Oleh karena itu, pastikan untuk memilih travel agent yang terpercaya dan terlisensi saat merencanakan perjalanan Anda. (*)   Sumber : Artikel Idebiz
Pariwisata

Ketua Umum DPP ASITA Hadiri Uzbekistan-Indonesia Umrah And Networking Luncheon

Jakarta, xanda.id - Ketua Umum DPP ASITA Dr. N. Rusmiati, M.Si, MH, menghadiri kegiatan Uzbekistan-Indonesia Umrah and Networking Luncheon pada 26 Januari 2026 di Mercure Hotel Cikini Jakarta, yang merupakan bagian dari rangkaian International Umrah and Tourism Exhibition 2026 (HUITM 2026), bersama Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr. Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), serta para pemangku kepentingan industri haji, umrah, dan pariwisata religi dari dalam dan luar negeri. ASITA sangat mengapresiasi Haji and Umrah International Travel Market (HUITM), atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai forum strategis yang mempertemukan para pelaku industri lintas negara. Momentum ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat jejaring internasional, juga mempererat persaudaraan Indonesia dan Uzbekistan, serta membuka peluang kerjasama yang konkret dan berkelanjutan. Seiring dengan komitmen pengembangan konektifitas penerbangan langsung dan integrasi ekosistem layanan. Kolaborasi seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji dan umrah, sekaligus memperluas destinasi wisata religi menuju pusat pusat peradaban dunia. ASITA berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam mendorong sinergi global, memperkuat standar layanan, serta menciptakan industri perjalanan religi yang profesional, inklusif dan berdaya saing internasional. (Red)
Pariwisata

ASITA Lampung minta pemerintah segera lakukan pembenahan tempat wisata

Bandar Lampung, xanda.id – Ketua DPD ASITA Lampung Ahmad Al-Akhran (Alkhan) meminta pemerintah Provinsi Lampung untuk segera melakukan penataan ulang dan pembenahan tempat-tempat wisata khususnya wisata Bahari. Dalam Rapat Percepatan Penerbangan Internasional Bandara Radin Inten II di ruang Abung, Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung (28/01/2026), ia juga berharap infrastruktur jalan dapat segera dilakukan pelebaran, mengingat jalur menuju tempat-tempat wisata saat ini masih tergolong sempit yang menyulitkan kendaraan besar menuju obyek wisata. Ia juga mencontohkan pengelolaan tempat wisata di Labuan Bajo NTT yang sangat rapih sehingga dengan pengelolaan yang tepat, tempat-tempat wisata akan tetap Lestari dan terjaga ekosistemnya. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di Labuan Bajo tempat-tempat wisata atau spot snorkeling tidak terdapat Ponton, melainkan kapal wisata yang membawa wisatawan lah yang langsung dijadikan sebagai Pontonnya. “Di Labuan Bajo NTT dan wilayah lain, ketika bersnorkeling, wisatawan naik dan turun langsung dari kapal wisatanya, jadi tidak ada Ponton di Spot Snorkeling (Tengah laut)” Alkhan menjelaskan. Berbeda dengan Kawasan wisata Pahawang, disetiap spot snorkeling terdapat Ponton (Dermaga Apung terbuat dari kayu) yang dijadikan dermaga ditengah laut (titik spot snorkeling), di Ponton tersebut terdapat warung kopi yang menjual minuman dan makanan, yang mana sisa kopi dan minuman lainnya akan terbuang ke dasar laut yang lambat laun akan menumpuk dan merusak ekosistem bawah laut, tak hanya itu di Ponton tersebut terdapat ruang Ganti pakaian yang juga dijadikan tempat buang air (toilet). Bagaimana mungkin dibawah ada yang menikmati keindahan bawah laut, namun diatas dari Ponton ada yang membuang kotoran. Tentu hal ini ketika dibiarkan lambat laun akan mencemari dan merusak ekosistem bawah laut, terumbu karang akan rusak. Jika demikian Pahawang perlahan akan kehilangan jati dirinya, keindahan wisata bawah lautnya pelan pelan akan sirna. Penataan dan pembenahan serta memberikan edukasi tentang pengelolaan tempat wisata yang baik dan benar ke Masyarakat akan berdampak positif bagi kemajuan pariwisata Lampung. Terlebih jika penerbangan internasional sudah berjalan maka target wisatawan yang datang ke Lampung bukan sekedar wisatawan lokal, tapi sudah wisatawan manca Negara. Standar obyek wisata Lampung seharusnya sudah bukan lagi standar lokal, tapi sudah harus menerapkan standar wisatawan manca negara. Terlalu berlebihan kah? Hal ini justru harus kita mulai dari sekarang. Labuan Bajo tidak lebih bagus dari Pahawang, tapi karena pengelolaan yang baik, perencanaan yang tepat Labuan Bajo kini menjadi salah satu destinasi pavorite yang diminati turis manca negara. Apakah Lampung bisa? Sangat bisa. Ketika semua sudah mulai menyadari pentingnya pengelolaan yang baik, perencanaan yang tepat, semua lapisan Masyarakat menyadari dan memahami pentingnya mengelola tempat wisata secara baik dan benar. (Red) Baca Juga : Dishub Provinsi Lampung Lakukan Rapat Percepatan Penerbangan Rute Internasional Bandara Radin Inten II
Pariwisata

KEN Kembali Digelar, Ini Dia 125 Event Terpilih Unggulan 2026

Jakarta, 23 Januari 2026 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi meluncurkan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang menghadirkan 125 event terpilih dari 38 provinsi di Indonesia untuk memperkuat event daerah sebagai daya tarik utama pariwisata nasional sekaligus mendorong pemerataan dampak ekonomi di berbagai wilayah. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta, Jumat (23/1/2026) menegaskan bahwa Karisma Event Nusantara merupakan instrumen penting dalam pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. “Melalui Karisma Event Nusantara 2026, event daerah kami dorong tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal. Event menjadi ruang ekspresi budaya, wadah kolaborasi, sekaligus etalase kekayaan Indonesia yang berdaya saing,” kata Menpar Widiyanti. KEN 2026 menghadirkan rangkaian event unggulan terkurasi yang menampilkan kekayaan budaya, seni, kuliner, musik, dan karnaval. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event daerah, memperkuat identitas destinasi, serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menjelaskan KEN 2026 menghadirkan 125 event terpilih, meningkat dari 110 event pada KEN 2025. Peningkatan ini mencerminkan naiknya kualitas penyelenggaraan event daerah serta komitmen pemerintah daerah dalam memaksimalkan manfaat pariwisata melalui penyelenggaraan event berstandar nasional. “Dengan 125 event terpilih dari 38 provinsi, KEN 2026 menegaskan komitmen kami untuk memastikan kualitas tetap menjadi prioritas. Proses kurasi dilakukan agar setiap event memiliki daya tarik, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat serta pelaku pariwisata daerah,” ujar Vinsensius. Event yang tergabung dalam KEN 2026 telah melalui proses kurasi dengan indikator utama meliputi ide dan inovasi, pemasaran dan strategi komunikasi, manajemen kegiatan, manajemen keuangan, serta analisis dampak. Program ini juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku industri pariwisata serta ekonomi kreatif. Melalui KEN 2026, Kementerian Pariwisata berharap event daerah semakin siap menjadi magnet kunjungan wisatawan, memperkuat citra destinasi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. “Program ini juga sejalan dengan penguatan kampanye #DiIndonesiaAja untuk menumbuhkan kebanggaan berwisata di dalam negeri,” kata Vinsensius. Peluncuran KEN 2026 dilaksanakan secara nasional melalui kanal digital resmi Karisma Event Nusantara sebagai bagian dari strategi penguatan promosi pariwisata yang adaptif terhadap perkembangan media dan perilaku audiens. Pendekatan ini memungkinkan akses informasi yang lebih luas dan serentak bagi masyarakat, pelaku pariwisata, serta pemangku kepentingan di daerah. Berikut daftar 125 Karisma Event Nusantara 2026. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui tautan https://bit.ly/KatalogKEN2026 ACEH  1.⁠ ⁠Aceh Ramadhan Festival  2.⁠ ⁠Aceh Culinary Festival  3.⁠ ⁠Banda Aceh Colossal Coffee Experience SUMATERA UTARA  4.⁠ ⁠Maniamölö Fest  5.⁠ ⁠Samosir Music International (SMI)  6.⁠ ⁠Gelar Melayu Serumpun  7.⁠ ⁠Festival Bunga dan Buah Karo  8.⁠ ⁠Gebyar Batu Bara Bertanjak  9.⁠ ⁠Berlabuh Di Deli Serdang SUMATERA BARAT 10.⁠ ⁠Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 11.⁠ ⁠Festival Minangkabau 12.⁠ ⁠Festival 5 Danau 13.⁠ ⁠Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) 14.⁠ ⁠Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival 15.⁠ ⁠Rang Solok Baralek Gadang 16.⁠ ⁠Festival Pesona Mentawai RIAU 17.⁠ ⁠Festival Perang Air 18.⁠ ⁠Festival Bakar Tongkang 19.⁠ ⁠Kenduri Riau 20.⁠ ⁠Festival Pacu Jalur Tradisional 21.⁠ ⁠Subayang Festival BENGKULU 22.⁠ ⁠Festival Tabut JAMBI 23.⁠ ⁠Festival Batanghari KEPULAUAN RIAU 24.⁠ ⁠Kenduri Seni Melayu 25.⁠ ⁠Jong Race Festival KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 26.⁠ ⁠Festival Budaya Napak Sire SUMATERA SELATAN 27.⁠ ⁠Festival Sriwijaya 28.⁠ ⁠Festival Perahu Bidar Tradisional LAMPUNG 29.⁠ ⁠Festival Budaya Sekala Bekhak 30.⁠ ⁠Festival Krakatau 31.⁠ ⁠Tubaba Art Festival BANTEN 32.⁠ ⁠Gebrag Ngadu Bedug 33.⁠ ⁠Golok Day 34.⁠ ⁠Festival Cisadane 35.⁠ ⁠Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 36.⁠ ⁠Seba Baduy DKI JAKARTA 37.⁠ ⁠Semasa Piknik 38.⁠ ⁠Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 39.⁠ ⁠Colours of Cultures Festival JAWA BARAT 40.⁠ ⁠Cap Go Meh Bogor Street Festival 41.⁠ ⁠Gebyar Pesona Budaya Garut 42.⁠ ⁠Bandung Philharmonic Orchestra 43.⁠ ⁠Asia Afrika Festival 44.⁠ ⁠Bandung Arts Festival 45.⁠ ⁠Nyaneut Festival 46.⁠ ⁠Festival Budaya Cai Diraga 47.⁠ ⁠West Java Festival (WJF) JAWA TENGAH 48.⁠ ⁠Grebeg Sudiro 49.⁠ ⁠Festival Payung Indonesia 50.⁠ ⁠Solo Keroncong Festival 51.⁠ ⁠Dieng Culture Festival 52.⁠ ⁠Feskola (Festival Kota Lama) 53.⁠ ⁠International Mask Festival (IMF) 54.⁠ ⁠Solo International Performing Arts (SIPA) 55.⁠ ⁠Festival Arak-Arakan Cheng Ho 56.⁠ ⁠Festival Gunung Slamet 57.⁠ ⁠Semarang Night Carnival 58.⁠ ⁠Solo Menari DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 59.⁠ ⁠Wayang Jogja Night Carnival 60.⁠ ⁠Keroncong Plesiran 61.⁠ ⁠Geopark Night Specta JAWA TIMUR 62.⁠ ⁠Jember Fashion Carnaval 63.⁠ ⁠Festival Nasional Reog Ponorogo dan Grebeg Suro 64.⁠ ⁠Tong Tong Night Market 65.⁠ ⁠Rujak Phoria: Festival Rujak Ulek 66.⁠ ⁠Segoro Topeng Kaliwungu 67.⁠ ⁠Banyuwangi Ethno Carnival 68.⁠ ⁠Gandrung Sewu 69.⁠ ⁠Surabaya Vaganza: Festival of Lights 70.⁠ ⁠Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 71.⁠ ⁠Festival Ronthek Pacitan 72.⁠ ⁠Festival Musik Tong-Tong KALIMANTAN BARAT 73.⁠ ⁠Festival Sahur - Sahur KALIMANTAN TENGAH 74.⁠ ⁠Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) KALIMANTAN UTARA 75.⁠ ⁠Festival Iraw Tengkayu 76.⁠ ⁠Irau Malinau KALIMANTAN SELATAN 77.⁠ ⁠Tapin Art Fest 78.⁠ ⁠Festival Bamboo Rafting 79.⁠ ⁠Festival Budaya Saijaan KALIMANTAN TIMUR 80.⁠ ⁠Erau Adat Kutai 81.⁠ ⁠Festival Adat dan Budaya Lom Plai 82.⁠ ⁠Balikpapan Fest BALI 83.⁠ ⁠Ubud Open Studios 84.⁠ ⁠Jatiluwih Festival 85.⁠ ⁠Festival Semarapura 86.⁠ ⁠Penglipuran Village Festival 87.⁠ ⁠Lovina Festival 88.⁠ ⁠Taman Ayun Barong Festival 89.⁠ ⁠Pemuteran Bay Festival 90.⁠ ⁠Pesta Kesenian Bali (PKB) NUSA TENGGARA BARAT 91.⁠ ⁠Alunan Budaya Desa 92.⁠ ⁠Festival Rimpu Mantika 93.⁠ ⁠Gili Festival 94.⁠ ⁠Mulud Adat Bayan NUSA TENGGARA TIMUR 95.⁠ ⁠Festival Golo Koe "Maria Assumpta Nusantara" 96.⁠ ⁠Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari 97.⁠ ⁠Festival Lamaholot SULAWESI TENGAH 98.⁠ ⁠Festival Tumbe 99.⁠ ⁠Festival Danau Lindu 100. Festival Danau Poso SULAWESI BARAT 101. Mandar Culture Festival 102. Manakarra Fair 103. Sandeq Silumba SULAWESI TENGGARA 104. Wowine 105. Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi WAVE) GORONTALO 106. Gorontalo Karnaval Karawo SULAWESI SELATAN 107. Toraya Ma’Gellu’ 108. Beautiful Malino 109. Makassar International Eight Festival and Forum (F8) 110. Rock in Celebes 111. Festival Pinisi SULAWESI UTARA 112. Tomohon International Flower Festival 113. Festival Pesona Selat Lembeh MALUKU 114. Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 115. Amboina International Music Fest MALUKU UTARA 116. Festival Teluk Jailolo 117. Morotai Festival (Morofest) PAPUA 118. Biak Munara Wampasi 119. Festival Danau Sentani 120. Festival Kopi Papua PAPUA BARAT 121. Festival Roon Wondama PAPUA BARAT DAYA 122. Festival Pesona Raja Ampat PAPUA TENGAH 123. Timika Inside Festival of Art PAPUA SELATAN 124. Festival Kali Maro Pantai Arafura PAPUA PEGUNUNGAN 125. Festival Budaya Lembah Baliem. Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata Klik, follow, dan subscribe situs web & media sosial kami👇🏻 Website: https://kemenpar.go.id/ Instagram: @kemenpar.ri Twitter/X: @KemenPariwisata TikTok: @kemenpariwisata Facebook: Kementerian Pariwisata RI YouTube: Kementerian Pariwisata   Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/ken-kembali-digelar-ini-dia-125-event-terpilih-unggulan-2026
Pariwisata

Wamenpar Apresiasi POCARI SWEAT Run 2026 Jadi Penggerak Sport Tourism Nasional

SIARAN PERS KEMENTERIAN PARIWISATA Wamenpar Apresiasi POCARI SWEAT Run 2026 sebagai Penggerak Sport Tourism Nasional Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengapresiasi penyelenggaraan POCARI SWEAT Run 2026 yang dinilai mampu menjadi salah satu penggerak utama pengembangan sport tourism nasional. Hal tersebut disampaikan dalam acara Press Conference POCARI SWEAT Run 2026 di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (22/1/2026). “Event ini tidak hanya menarik ribuan pelari, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga usaha kerajinan lokal,” ujar Ni Luh Puspa. POCARI SWEAT Run 2026 merupakan ajang lari tahunan berskala nasional yang digelar sebagai bagian dari kampanye hidup sehat sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Minat masyarakat terhadap kegiatan ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014 dengan jumlah peserta sebanyak 5.150 orang, partisipasi melonjak signifikan. Pada penyelenggaraan tahun lalu yang digelar secara hybrid, tercatat sebanyak 55.435 peserta mengikuti ajang ini. Pada tahun 2026, POCARI SWEAT Run akan diselenggarakan di dua lokasi, yakni Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 11–12 Juli 2026 dan Bandung, Jawa Barat, pada 19–20 September 2026. Penyelenggara menargetkan sekitar 60.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam sesi talkshow, Wamenpar Ni Luh Puspa hadir sebagai panelis bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir; Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad; CEO InJourney Maya Watono; Communications and Daya Head SMBC Indonesia Andrie Darusman; serta perwakilan Pocari Sweat Puspita Winawati. Ni Luh menjelaskan bahwa penyelenggaraan event olahraga berskala besar yang dikemas secara profesional dapat memperkuat nation branding Indonesia sebagai destinasi sports tourism. Hal ini diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. “Dalam satu event, peserta setidaknya akan tinggal selama tiga hari atau bahkan lebih. Jika terjadi pergerakan peserta dari satu kota ke kota lain, mereka juga dihitung sebagai wisatawan. Dampak ekonominya tentu akan sangat besar,” jelasnya. Wamenpar juga mengapresiasi pemilihan Lombok dan Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan yang dinilai saling melengkapi. “Lombok dikenal dengan kekuatan budaya dan keindahan alamnya, sementara Bandung merepresentasikan kota urban yang dinamis. Dua karakter ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta. Event ini turut mendukung promosi Lombok sebagai destinasi pariwisata prioritas serta Bandung sebagai bagian dari pengembangan destinasi pariwisata regeneratif Jakarta,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan harapannya agar Indonesia ke depan memiliki rangkaian ajang lari berskala internasional di beberapa kota besar. “Di dunia internasional, banyak pelari berlomba mengumpulkan medali major marathon seperti New York Marathon, Tokyo Marathon, dan Berlin Marathon. Saya berharap Indonesia juga memiliki rangkaian serupa, mungkin di lima kota. Ini akan menghasilkan economic impact yang sangat baik,” katanya. Pendaftaran peserta POCARI SWEAT Run 2026 akan dibuka pada 27 Januari 2026 untuk lokasi Lombok dan 2 Februari 2026 untuk lokasi Bandung. Dalam kegiatan tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa didampingi oleh Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti serta Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Firnandi Gufron. Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata
Pariwisata

Siaran Pers: Menpar Paparkan Arah Baru Pariwisata Indonesia pada Harvard Indonesian Student Association

SIARAN PERS KEMENTERIAN PARIWISATA Menpar Paparkan Arah Baru Pariwisata Indonesia di Hadapan Harvard Indonesian Student Association Jakarta, 20 Januari 2026 — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan capaian serta arah pengembangan pariwisata Indonesia kepada Harvard Indonesian Student Association (HISA), organisasi mahasiswa resmi Universitas Harvard yang mewadahi mahasiswa Indonesia dan peminat studi tentang Indonesia. Pemaparan tersebut disampaikan dalam forum bertajuk “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future” yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Dalam kesempatan itu, Menpar menegaskan kekuatan fundamental Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, keanekaragaman hayati yang luar biasa, serta lebih dari 6.100 desa wisata yang mengusung tradisi dan kearifan lokal. Lima desa wisata Indonesia bahkan telah diakui sebagai desa wisata terbaik dunia oleh UN Tourism. Selain itu, Indonesia juga memiliki 12 UNESCO Global Geopark, 10 Situs Warisan Dunia, serta 16 warisan budaya takbenda yang tercatat di UNESCO. “Fakta ini menegaskan bahwa pariwisata Indonesia bukan sekadar tentang satu destinasi, melainkan sebuah ekosistem yang mencakup geografi, budaya, alam, dan masyarakatnya,” ujar Menpar Widiyanti. Menpar menjelaskan bahwa pemerintah saat ini memfokuskan pembangunan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal di 13 destinasi utama, yang terdiri atas 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif. Di sisi lain, ruang tetap terbuka bagi pemerintah daerah dan pelaku industri untuk mengembangkan destinasi lainnya secara mandiri. “Visi kami tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peluang yang adil bagi seluruh masyarakat,” jelasnya. Sepanjang 2025, sektor pariwisata menunjukkan kinerja yang solid. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,98 juta pada periode Januari–November 2025 dan diproyeksikan menembus 15,34 juta kunjungan hingga akhir Desember, melampaui target batas atas sebesar 15 juta kunjungan. Rata-rata pengeluaran wisatawan internasional juga meningkat menjadi 1.259 dolar AS pada tiga kuartal pertama 2025, melampaui target 1.220 dolar AS. Hal ini mendorong penerimaan devisa pariwisata sebesar 13,82 miliar dolar AS dan diproyeksikan mencapai 18,53 miliar dolar AS pada akhir tahun. Sektor pariwisata turut menjadi motor penciptaan lapangan kerja dengan menyerap 25,91 juta tenaga kerja per Agustus 2025, dan ditargetkan meningkat menjadi 26,53 juta tenaga kerja pada 2026. Menpar juga memaparkan posisi Indonesia di tingkat ASEAN. Dari sisi jumlah kunjungan absolut pada Januari–November 2025, Indonesia berada di peringkat kelima. Tantangan utama yang dihadapi antara lain tingginya brand awareness negara tetangga serta kebijakan visa Indonesia yang relatif lebih ketat. Namun, dari sisi pertumbuhan, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di kawasan. Menpar menekankan pentingnya perbandingan data yang adil antarnegara. “Dalam membandingkan dengan negara lain, perlu mengecualikan data ekskursionis atau pelancong singkat. Dengan perbandingan yang setara, pertumbuhan Indonesia sangat kompetitif,” ujarnya. Menatap 2026, Kementerian Pariwisata mengkurasi lima program unggulan, yakni penguatan keamanan pariwisata, peningkatan skala dan kualitas desa wisata, pengembangan paket wisata tematik, penguatan program Event by Indonesia, serta penerapan Tourism 5.0 berbasis teknologi. Selain sektor gastronomi, wellness, dan bahari, pengembangan pariwisata juga merambah seni, desain, dan tekstil untuk menarik segmen wisatawan menengah ke atas. Meski mencatat kinerja positif, Menpar tidak menutup mata terhadap tantangan, antara lain konektivitas transportasi, kebijakan visa, pengelolaan lingkungan dan keamanan destinasi, manajemen pengunjung, serta ketersediaan tenaga kerja pariwisata bersertifikat. “Saat ini kami menjalankan program upskilling tahunan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata agar mampu bersaing secara global,” tambahnya. Menpar optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor, pariwisata Indonesia akan tumbuh sebagai sektor berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Pariwisata harus menjadi kekuatan bersama yang menghadirkan kesejahteraan dan kebanggaan nasional,” tutupnya. Turut mendampingi Menpar dalam kegiatan ini Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham. Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata
Showing results 1-6 of 6